Tampilkan postingan dengan label Islami. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Islami. Tampilkan semua postingan

Minggu, 22 Juli 2012

Adab Berbuka Puasa


Pada postingan kali ini saya akn shre tentang Adab Berbuka Puasa,

Memahami dan Mengamalkan adab-adab puasa sangat penting, karena hal itu merupakan ibadah. Masih banyak orang yang  tidak memahami tuntunan Islam tentang berbuka puasa, maka tulisan ini semoga menambah penjelasan dan keterangan kepada kita seputar adab-adab berbuka puasa. Silahkan menyimak.

1. Kapan Orang Yang Puasa Berbuka ?
     Tidak ada perbedaan di antara ulama bahwa waktu puasa adalah semenjak terbit fajar shodiq sampai matahari terbenam. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
 وَكُلُوا وَاشْرَبُوا حَتَّى يَتَبَيَّنَ لَكُمُ الْخَيْطُ الْأَبْيَضُ مِنَ الْخَيْطِ الْأَسْوَدِ مِنَ الْفَجْرِ ثُمَّ أَتِمُّوا الصِّيَامَ إِلَى اللَّيْلِ
 Makanlah dan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar. Kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai (datang) malam. (QS. Al-Baqarah/2: 187)
Kedatangan malam di dalam ayat ini telah dijelaskan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan datangnya malam dan perginya siang serta tenggelamnya bundaran matahari. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
 « إِذَا أَقْبَلَ اللَّيْلُ مِنْ هَا هُنَا ، وَأَدْبَرَ النَّهَارُ مِنْ هَا هُنَا ، وَغَرَبَتِ الشَّمْسُ ، فَقَدْ أَفْطَرَ الصَّائِمُ »
 Dari ‘Umar bin Al Khaththob, dia berkata; “Jika malam telah datang dari sana dan siang telah berlalu dari sana serta matahari telah tenggelam, maka orang yang berpuasa sudah boleh berbuka “. [HR. Bukhari, no. 1954]
Oleh karena itu jika kita telah melihat bundaran matahari sudah tenggelam di ufuq barat, maka waktu berbuka sudah tiba, walaupun kita belum mendengar adzan maghrib dan walaupun jadwal sholat maghrib belum masuk. Karena sesungguhnya jadwal sholat maghrib dan adzannya itu ditandai dengan tenggelamnya matahari. Namun banyak orang sekarang yang  tidak memahami. Wallahul Musta’an.

2. Menyegerakan Berbuka Sebab MeraihKebaikan.
 عَنْ سَهْلِ بْنِ سَعْدٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – قَالَ « لاَ يَزَالُ النَّاسُ بِخَيْرٍ مَا عَجَّلُوا الْفِطْرَ »
 Dari Sahl bin Sa’ad Radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Senantiasa manusia di dalam kebaikan selama menyegerakan bebuka” [HR. Bukhari, no. 1957 dan Muslim, no. 1093]

3. Nabi n Segera Berbuka Jika Matahari Telah Tenggelam
عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِى أَوْفَى – رضى الله عنه – قَالَ كُنَّا مَعَ رَسُولِ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – فِى سَفَرٍ ، وَهُوَ صَائِمٌ ، فَلَمَّا غَرَبَتِ الشَّمْسُ قَالَ لِبَعْضِ الْقَوْمِ
  • « يَا فُلاَنُ قُمْ ، فَاجْدَحْ لَنَا » . فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ ، لَوْ أَمْسَيْتَ .
  • قَالَ « انْزِلْ ، فَاجْدَحْ لَنَا » . قَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ فَلَوْ أَمْسَيْتَ .
  • قَالَ « انْزِلْ ، فَاجْدَحْ لَنَا » . قَالَ إِنَّ عَلَيْكَ نَهَارًا .
  • قَالَ « انْزِلْ ، فَاجْدَحْ لَنَا » . فَنَزَلَ فَجَدَحَ لَهُمْ ، فَشَرِبَ النَّبِىُّ – صلى الله عليه وسلم – ثُمَّ قَالَ « إِذَا رَأَيْتُمُ اللَّيْلَ قَدْ أَقْبَلَ مِنْ هَا هُنَا ، فَقَدْ أَفْطَرَ الصَّائِمُ »
Dari ‘Abdullah bin Abu Aufa radliallahu ‘anhu, dia berkata; Kami pernah bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dalam suatu perjalanan dan beliau berpuasa. Ketika matahari terbenam, Beliau berkata (kepada sebagian rombongan; “Wahai fulan, bangun dan siapkanlah minuman buat kami”. Orang yang disuruh itu berkata: “Wahai Rasulullah, bagaimana jika anda menunggu hingga sore”. Beliau berkata: “Turunlah dan siapkan minuman buat kami”. Orang itu berkata, lagi: “Wahai Rasulullah, bagaimana jika anda  menunggu hingga sore”. Beliau berkata, lagi: “Turunlah dan siapkan minuman buat kami”. Orang itu berkata, lagi: “Sekarang masih siang”. Beliau kembali berkata: “Turunlah dan siapkan minuman buat kami”. Maka orang itu turun lalu menyiapkan minuman buat mereka. Setelah minum lalu Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam berkata: “Apabila kalian telah melihat malam sudah datang dari arah sana (timur-pen) maka orang yang puasa sudah boleh berbuka.” (HR. Bukhori, no. 1955)

4. Para Sahabat Menyegerakan Berbuka
‘Amr bin Maimun Al-Audi berkata:
كَانَ أَصْحَابُ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ أَسْرَعَ النَّاسِ إِفْطَارًا وَأَبْطَأَهُمْ سَحُوْرًا
Dahulu para sahabat Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah orang-orang yang paling segera berbuka dan paling lambat sahuur. (Riwayat Abdurrozaq di dalam Al-Mushonnaf 4/226, no. 7591; dishohihkan oleh Al-Hafizh di dalam Al-Fath dan Al-Haitsami di dalam Al-Majma’, hlm. 62)

5. Berbuka Sebelum Sholat Maghrib Dan Berbuka Dengan Kurma / Air
Dari Anas bin Malik berkata;
كَانَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يُفْطِرُ عَلَى رُطَبَاتٍ قَبْلَ أَنْ يُصَلِّىَ فَإِنْ لَمْ تَكُنْ رُطَبَاتٌ فَعَلَى تَمَرَاتٍ فَإِنْ لَمْ تَكُنْ حَسَا حَسَوَاتٍ مِنْ مَاءٍ
Dahulu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berbuka dengan beberapa ruthab (kurma yang belum masak) sebelum melakukan shalat, jika tidak ada ruthab maka dengan beberapa kurma masak, dan apabila tidak ada kurma masak maka beliau minum beberapa teguk air. (HR. Abu Dawud, Ahmad, Ibnu Khuzaimah, dan Tirmidzi)

6. Doa Orang Berbuka Mustajab
عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرِو بْنِ الْعَاصِ يَقُولُ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « إِنَّ لِلصَّائِمِ عِنْدَ فِطْرِهِ لَدَعْوَةً مَا تُرَدُّ ».
Dari Abdullah bin Amr bin Al ‘Ash, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Sesungguhnya orang yang puasa ketika berbuka memiliki doa yang tidak akan ditolak” [Hadits Riwayat Ibnu Majah (1/557), Hakim (1/422), Ibnu Sunni (128), Thayalisi (299) dari dua jalan Al-Bushiri berkata : (2/81) ini sanad yang shahih, perawi-perawinya tsiqat.]

7. Di antara Doa Berbuka Puasa
Ada beberapa hadits yang meriwayatkan tuntunan doa berbuka puasa. Hadits ini dapat diamalkan:
عَنْ ابْنِ عُمَرَ َقَالَ: كَانَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- إِذَا أَفْطَرَ قَالَ « ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ وَثَبَتَ الأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ
Dari Ibnu Umar, dia berkata; Dahulu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam jika berbuka beliau berkata: “Telah hilang dahaga dan telah basah urat-urat, dan telah ditetapkan pahala Insya Allah”(HR. Abu Dawud, Al-Baihaqi, dan Al-Hakim. Hadits ini berderajat hasan)
Ada hadits lain yang terkenal, tetapi dho’if, sehingga tidak boleh diamalkan.
Seperti hadits yang artinya : Dari Anas, ia berkata : Adalah Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam apabila berbuka beliau mengucapkan : Bismillahi, Allahumma Laka Shumtu Wa Alla Rizqika Aftartu (artinya : Dengan nama Allah, Ya Allah karena-Mu aku berbuka puasa dan atas rizqi dari-Mu aku berbuka)”. [Riwayat : Thabrani di kitabnya Mu'jam Shagir hal 189 dan Mu'jam Awshath]
Sanad hadits ini Lemah/Dlo’if karena ada dua rawi yang lemah, yaitu Ismail bin Amr Al-Bajaly dan Dawud bin Az-Zibriqaan.
Juga hadits yang artinya: “Dari Muadz bin Zuhrah, bahwasanya telah sampai kepadanya, sesungguhnya Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, apabila berbuka (puasa) beliau mengucapkan : Allahumma Laka Sumtu …..” [Riwayat : Abu Dawud No. 2358, Baihaqi 4/239, Ibnu Abi Syaibah dan Ibnu Sunniy]
Dan sanad hadits ini mempunyai dua cacat:
Pertama : “Mursal (hadits Mursal adalah : seorang tabi’in meriwayatkan langsung dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, tanpa perantara shahabat).
Kedua: ” Mu’adz bin Abi Zuhrah ini seorang rawi yang Majhul.

8. Pahala Memberi Buka Orang Puasa
Bersemangatlan wahai saudaraku untuk memberi makan orang yang puasa karena pahalanya besar dan kebaikannya banyak.Nabi n bersabda:
مَنْ فَطَّرَ صَائِمًا كَانَ لَهُ مِثْلُ أَجْرِهِمْ مِنْ غَيْرِ أَنْ يَنْقُصَ مِنْ أُجُورِهِمْ شَيْئًا
Barangsiapa memberi buka kepada orang yang berpuasa, dia mendapatkan semisal pahala mereka, tanpa mengurangi pahala-pahala mereka sedikitpun. (HR. Ahmad; Tirmidzi, Ibnu Majah; dan Ibnu Hibban; Lihat: Sifat Shoum Nabi, hal: 68)

Semoga bermanfaat ^_^

Hal-hal Yang Membuat Makruh Dalam Berpuasa


Pada postingan kali ini saya akan share tentang Hal-hal Yang Membuat Makruh Dalam Berpuasa   
   
Hal/ Perbuatan Yang Membuat Makruh Puasa Menurut Madzhab Malikiyah
  1. Memasukkan apa saja yg segar yg berasa ke dlm mulut, walaupun lantas dimuntahkan kembali.
  2. Berkunjung ke orang perempuan & memandanginya, melamun & memikirkan sesuatu yg membangkitkan syahwat (karena andai saja sampai menimbulkan ejakulasi, maka batallah puasanya). Kamakruhan ini jika memang ia merasa tdk akan mengalami ejakulasi. Jika ia menduga sebelumnya, hanya dengan memandang perempuan & melamun sesuatu yg menimbulkan syahwat, ia akan ejakulasi, maka haram hukumnya melakukan semua itu.
  3. Mencicipi sesuatu yg berasa, seperti madu, kopi, masakan dll.
  4. Mengunyah sejenis permen. (Jika sampai masuk ke tenggorokan, batallah puasanya, & wajib mengqadha'nya)
  5. Memakai & menghirup wewangian pada waktu siang hari.
  6. Berkumur & menyerap air ke hidung dgn agak keras.
  7. Mengobati gigi yg berlobang pada siang hari. Kecuali jika ada kekhawatiran akan merasakan sakit luar biasa, jika pengobatan ditunda. Namun, jika sampai ia menelan obat di siang itu, maka wajib baginya mengqadha'.
  8. Memperbanyak tidur di siang hari.
  9. Berbicara & bekerja yg berlebihan.
  10. Berbekam.
Hal/ Perbuatan Yang Membuat Makruh Puasa Menurut Madzhab Syafi'iyah
  1. Berbekam.
  2. Mengunyah sejenis permen.
  3. Masuk kamar mandi.
  4. Berciuman. (Namun diharamkan jika ciumannya mengakibatkan ejakulasi).
  5. Mencicipi makanan.
  6. Menikmati sesuatu yg didengar, dilihat, diraba, dicium, & semacamnya, karena itu semua bertentangan dengan hikmah puasa.
  7. Menggosok gigi selepas Dhuhur sampai Maghrib.
  8. Berkumur & menyerap air ke hidung dgn agak keras.
Hal/ Perbuatan Yang Membuat Makruh Puasa Menurut Madzhab Hanbaliyah
  1. Mengumpulkan ludah di mulut lalu menelannya.
  2. Berkumur & menyerap air ke hidung dengan agak keras.
  3. Mencicipi makanan tanpa ada keperluaan.
  4. Mengunyah sejenis permen yg tdk ada rasanya. Karena hal ini bisa mempercepat keluarnya ludah. & jika permen itu ada rasanya, maka haram hukumnya. & jika rasa itu mencapai tenggorokan, batallah puasanya.
  5. Mencium bebauan sehingga terserap unsur-unsurnya ke dlm tenggorokan.
  6. Berciuman yg menimbulkan syahwat. (Namun jika dengan berciuman itu ada dugaan menimbulkan ejakulasi, maka haram hukumnya.)
  7. Tdk membersihkan sisa-sisa makanan di mulut.
Hal/ Perbuatan Yang Membuat Makruh Puasa Menurut Madzhab Hanafiyah
  1. Mencicipi & mengunyah sesuatu misalnya sejenis permen.
  2. Ciuman, bersentuhan, bercumbu & sejenisnya yg bisa mengakibatkan ejakulasi.
  3. Sengaja mengumpulkan ludah dlm mulut lalu menelannya.
  4. Mengerjakan sesuatu yg sekiranya akan membuat dia menjadi lemas misalnya berbekam.
Dan tdk dimakruhkan, menurut madzhab Hanafiyah adalah:
  1. Menggosok gigi di sore hari, walaupun dgn sikat yg basah air.
  2. Berkumur & menyerap air ke hidung di luar wudhu'.
  3. Mandi di siang hari.
  4. Bercumbu yg tdk mengkhawatirkan ejakulasi.
  5. Meminyaki kumis.
  6. Berbekam, sekiranya tdk membuat lemas badan. 
Semoga bermanfaat ^_^

8 Hal-hal Yang Membatalkan Puasa


Pada postingan kali ini saya akan shre tentang Hal-hal Yang Membatalkan Puasa..
Mungkin sobat ada yang kuarng tau tentang hal-hal yang membuat puasa kita batal ..saya alhamdulillah punya artikel tsb ,sobat bisa baca artikel tersebut ,semoga ilmunya tambah aminn,,,

8 Hal-hal Yang Membatalkan Puasa yaitu :

  1. Makan dan minum dengan sengaja. Jika dilakukan karena lupa maka tidak batal puasanya.
  2.   Jima' (bersenggama).
  3. Memasukkan makanan ke dalam perut. Termasuk dalam hal ini adalah suntikan yang mengenyangkan dan transfusi darah bagi orang yang berpuasa.
  4. Mengeluarkan mani dalam keadaan terjaga karena onani, bersentuhan, ciuman atau sebab lainnya dengan sengaja. Adapun keluar mani karena mimpi tidak membatalkan puasa karena keluarnya tanpa sengaja. 
  5. Keluarnya darah haid dan nifas. Manakala seorang wanita mendapati darah haid, atau nifas batallah puasanya, baik pada pagi hari atau sore hari sebelum terbenam matahari. 
  6.  Sengaja muntah, dengan mengeluarkan makanan atau minuman dari perut melalui mulut. Hal ini didasarkan pada sabda Nabi shallallahu 'alaihi wasallam.
    ”Barangsiapa yang muntah tanpa sengaja maka tidak wajib qadha, sedang barangsiapa yang muntah dengan sengaja maka wajib qadha." (HR. Ahmad, Abu Dawud, Ibnu Majah dan At-Tirmidzi). Dalam lafazh lain disebutkan : "Barangsiapa muntah tanpa disengaja, maka ia tidak (wajib) mengganti puasanya)." DiriwayatRan oleh Al-Harbi dalamGharibul Hadits (5/55/1) dari Abu Hurairah secara maudu' dan dishahihRan oleh AI-Albani dalam silsilatul Alhadits Ash-Shahihah No. 923. 
  7. Murtad dari Islam (semoga Allah melindungi kita darinya). Perbuatan ini menghapuskan segala amal kebaikan. Firman Allah Ta'ala: Seandainya mereka mempersekutukan Allah, niscaya lenyaplah dari mereka amalan yang telah mereka kerjakan. "(Al-An'aam:88)
  8. Tidak batal puasa orang yang melakukan sesuatu yang membatalkan puasa karena tidak tahu, lupa atau dipaksa. Demikian pula jika tenggorokannya kemasukan debu, lalat, atau air tanpa disengaja. Jika wanita nifas telah suci sebelum sempurna empat puluh hari, maka hendaknya ia mandi, shalat dan berpuasa.
         

Semoga bermanfaat ^_^

Sabtu, 21 Juli 2012

Selamat Menunaikan Ibadah Puasa 1433 H


Saya selaku sebagai admin Sobat Blogger's (Robith M) mengucapkan "Selamat Menunaikan Ibadah Puasa" bagi semua sahabat blogger dan saudara-saudaraku yang merayakannya. Semoga ketulusan dan amal ibadahnya sahabat-sahabat Sobat Blogger's diterima disisiNYA.

Saya Robith Admin Sobat Blogger's memberikan juga ucapan selamat menunaikan ibadah puasa dari berbagai sumber, semoga bermanfaat...

"Bila dalam kata dan perbuatan ada salah serta khilaf, dengan segala kerendahan hati terucap mohon maaf setulus2nya. Selamat Menunaikan Ibadah Puasa Ramadhan."

Bila hatisaling terpaut rasa cinta terjalin indah
Bila salah & Khilaf telah terjadi maka mohon maaf
Lahit & Batin atas kesalahan,
"Marhaban Ya Ramadhan"
Selamat Menunaikan Ibadah Puasa
Semoga kita selalu diberkahi dibulan yang penuh mahrifah

Nafaspun menjadi tasbih, tidurpun menjadi ibadah, amal diterima & doa2 dijabah
Bagi orang yang shaum & rajin membaca Kitab-Nya di bulan ramadhan
Marhaban Ya Ramadhan, mohon maaf lahir dan batin, Selamat menjalankan ibadah PUASA.

Jika semua HARTA adalah Racun maka ZAKAT-lah penawarnya,
Jika seluruh UMUR adalah Dosa maka TAQWA & TOBAT-lah obatnya,
Jika seluruh Bulan adalah NODA maka RAMADHAN-lah pemutihnya,
Mohon Maaf Lahir & Batin, Selamat Meninaikan Ibadah Puasa.

Hidup ini hanya sebentar saja
bentar marah, bantar ketawa
bentar berduit, bentar bokek
bentar senang, bentar susah
ooo ye... bentar lagi bulan puasa
met ramadhan... mohon maaf lahir dan batin.

Mengingat kata yang salah, Hati yang berprasangka, Janji yang terlupakan, Sikap & Sifat yang menyakitkan, di hari ini ijinkanlah aku juga mengucapkan mohon maaf  Lahir dan Batin